Harmoni Kota Pinggiran

Sore hari di satu sudut selatan ibukota.
Menjelang terbenamnya sang surya diufuk barat....
Disisa hari...
masih saja mata itu enggan menampakan sinarnya.

Rintik-rintik, tetes demi tetes
Nikmat Sang Maha Pencipta terus berjatuhan
seakan enggan untuk berhenti membasahi bumi.

Semilir angin ikut menambahkan Dinginnya hari.
Semoga tidak membuat beku para pemilik hati

Tak ingin berbicara ini dan itu
Mencoba tak perdulikan suara-suara diluaran sana
Berharap tak melihat gambar-gambar di tabung kaca

Sinar mentari dan cahaya rembulan
gemerlap bintang-bintang
Semilir Angin ..
Rintik-rintik hujan ..
Berjalan dan berlari....
langkah-langkah kecil permata hati
Senyum, tawa dan canda
juga ada tangis dan luka
Rumah-rumah mewah dan Gedung-gedung bertingkat
Gubuk-gubuk kumuh dan pedagang kaki lima

yah... itu semua masih ada
sebuah harmoni yang senantiasa tercipta
akankah.... tetap terjaga

0 komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger